.

Calendar Clock

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Powered By therelax.com

Alexa stats and google pagerank

Facebook LikeBox



Vip Amazon Associates

Pesan Admin

Untuk sahabat LegendaMusik,apabila anda suka situs ini jangan lupa "like" Fans Page Facebook kami ya!

ttd.Hartono Benny Hidayat

Biografi Camelia Malik. PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 05 January 2011 10:59


Biodata

Camelua Malik lahir di Jakarta 22 April 1955. Ia adalah seorang penyanyi dangdut dan pemeran Indonesia. Mia demikian biasa disapa, dijuluki sebagai “Diva Dangdut Jaipong”. Hal ini karena jaipongan menjadi ciri khasnya dalam membawakan lagu dangdut. Mia merupakan adik tiri dari musisi Ahmad Albar.

Pernikahan Mia dengan salah seorang pendukung The Mercys, Reynold Panggabean, harus berakhir pada 2 Maret 1989, setelah bertahan selama 12 tahun.

Sekitar dua bulan setelah perceraiannya, Mia sudah dipersunting Harry Capri, seorang bintang film. Pernikahan tersebut dilakukan atas saran Rhoma Irama, yang sekaligus menjadi wali hakim dari Mia. Pertemuan Harry Capri dengan Mia terjadi saat pembuatan sinetron Rona-rona. Dalam perjalanan pernikahannya dengan Harry Capri, Mia sempat mengalami keguguran saat mengandung anak pertama. Namun akhirnya Tuahn menganugrahkan 2 orang anak kepada mereka.

Biografi

Mia besar dalam lingkungan dunia perfilman. Ayahnya, Jamauddin Malik, adalah insan perfilman yang memiliki sebuah perusahaan film. Teman-teman ayahnya seperti Asrul Sani, Usmar Ismail, Fifi Young, dan Chitra Dewi, sering kumpul di rumah ayahnya. Mia mulai bermain film saat usianya baru 16 tahun. Film perdananya tersebut dibintanginya bersama Rachmat Kartolo yaitu “Ratna”.

Awal karir artis berdarah Padang-Jawa-Arab ini di bidang tarik suara adalah pada awal 1970 saat suaminya (saat itu) Reynold Panggabean, menawarinya untuk menyanyikan lagu gubahannya, “Colak-colek”. Lagu perdana Mia sukses besar dan melambungkan namanya pada deretan penyanyi top dangdut lainnya, seperti Rhoma Irama, Muchsin Alatas, Elvy Sukaesih, Rita Sugiarto dan Elya Kadam. Saat itu, musik dangdut yang kata sebagian orang “Musik Kampungan” mulai digemari masyarakat termasuk masyarakat Jepang dan Amerika Serikat. Hal itu bisa dibuktikan saat ia tampil dalam acara Live Show Camelia Malik di Shibuya Seed Hall, Tokyo, Jepang. “Telah Lahir Musik Baru”, teriak histeris pemuda-pemuda Jepang, sambil bergoyang menikmati musik dangdut. Demikian pula di Kota San Francisco, Los Angeles, dan New York.

Kesuksesan Album Colak Colek memperkokoh posisi Mia sebagai penyanyi dangdut. Bahkan lagu Colak Colek mendapat penghargaan dari Pusat Penerangan ABRI. Mia pun tampil membawakan lagu tersebut di Istora Senayan Jakarta. Dia tampil bersama Hetty Koes Endang, Elvy Sukaesih dan beberapa penyanyi yang sudah lebih dahulu terkenal. Mia pernah terpilih sebagai biduanita Melayu paling populer 1978 -1981.

Album-album Mia berikutnya antara lain Raba-raba, Ceplas-ceplos, Gengsi Dong, Wakuncar, Murah Meriah dan Colak Colek II. Album-album tersebut sukses di pasaran, bahkan banyak yang telah difilmkan. Selain aktif melatih vokal dan gaya panggung, Mia juga terus belajar di dunia yang pernah ditekuninya, film. Kemampuan akting Mia berkembang karena bantuan sutradara-sutradara yang mengarahkan film yang dibintanginya, terutama sutradara Nawi Ismail.

Dalam perjalanan karirnya, Mia pernah tampil dalam Festival Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) di Pangkal Pinang di penghujung tahun 2003. Ia juga telah berkolaborasi dengan banyak musisi dan penyanyi dangdut di antaranya Evie Tamala, Iis Dahlia, Rhoma Irama, Ahmad Albar, Muchsin Alatas, Elvy Sukaesih, Rita Sugiarto dan sebagainya. Mia sempat beberapa kali menciptakan tembang sendiri yang mengantarkannya menerima penghargaan sebagai penulis lagu terbaik versi Anugerah Dangdut TPI 1999.

Karir

Filmografi

  • Pendekar Bambu Kuning (1971)
  • Ratna (1971)
  • Lorong Hitam (1971)
  • Angkara Murka (1972)
  • Laki-Laki Impian (1973)
  • Batas Impian (1974)
  • Mencari Ayah (1974)
  • Para Perintis Kemerdekaan (1977)
  • Colak-Colek (1979)
  • Jangan Coba Raba-Raba (1980)
  • Gengsi Dong (1980) – (bersama Warkop DKI)
  • Nada-Nada Rindu (1987)
  • Pacar Ketinggalan Kereta (1989)
  • Jaka Swara (1990)
  • Dalam Sinar Matamu
  • Dibawah Lindungan Ka’bah

Diskografi

  • Colak-colek (1979)
  • Raba-raba (1980)
  • Ceplas-ceplos
  • Gengsi Dong
  • Wakuncar
  • Murah Meriah
  • Colak Colek II
  • Rekayasa Cinta (2002)
AddThis Social Bookmark Button
 

Add comment


Security code
Refresh

Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Banner Slider

AddThis

AddThis Social Bookmark Button
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday271
mod_vvisit_counterYesterday582
mod_vvisit_counterThis week1803
mod_vvisit_counterLast week5271
mod_vvisit_counterThis month25940
mod_vvisit_counterLast month14506
mod_vvisit_counterAll days1629710

We have: 5 guests, 1 bots online
Your IP: 54.82.166.45
 , 
Today: Oct 22, 2014

Easy Amazon Associates